Alamat
Jl. Jenderal Sudirman (Bandara Lama) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah melaksanakan Pelatihan Noken bagi siswa SMA dan SMK se-Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Nabire. Kegiatan yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 ini dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menjaga keberlanjutan noken sebagai warisan budaya Papua. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar membuat noken, sekaligus pemahaman mengenai nilai sosial, filosofi, serta makna noken sebagai identitas budaya masyarakat Papua.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Deni Tenouye, menegaskan bahwa pelestarian noken harus melibatkan generasi muda secara langsung.
“Pelatihan ini bukan hanya soal bagaimana siswa membuat noken, tetapi bagaimana mereka memahami nilai, filosofi, dan makna noken sebagai bagian dari identitas budaya Papua. Karena itu, generasi muda harus dilibatkan secara langsung dalam pelestariannya,” ujar Deni.
Noken memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Papua, baik sebagai wadah untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai simbol nilai sosial dan budaya yang diwariskan turun-temurun. Noken juga telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak sejak 2012.
Menurut Deni, regenerasi pengrajin dan pelestari menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. “Anak-anak ini harus menjadi generasi yang tahu membuat noken, memahami filosofinya, dan mampu meneruskannya kepada generasi berikutnya,” katanya.
Selain memperkuat pelestarian budaya, pelatihan ini menjadi ruang pengembangan kreativitas dan keterampilan peserta didik. Siswa didorong untuk mengembangkan desain serta motif noken secara kreatif tanpa mengabaikan karakter, nilai, dan identitas budaya yang melekat pada noken.
Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar, mulai dari proses produksi hingga pemasaran produk kerajinan. Dengan demikian, pelestarian noken tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda dan masyarakat Papua Tengah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun regenerasi pengrajin sekaligus pelestari noken di kalangan pelajar. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan serta diteruskan oleh peserta di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.